Kabar gembira bagi para pengembang teknologi, startup, dan pegiat kecerdasan artifisial (AI) di Tanah Air! Kini, Indonesia resmi memiliki rumah digital sendiri untuk industri AI dengan diluncurkannya domain .ai.id. Kehadiran ekstensi domain tingkat kedua berbasis kode negara (ccTLD) ini merupakan yang pertama di dunia yang dirancang secara khusus untuk ekosistem AI suatu negara.
Hadirnya inovasi cemerlang ini tidak lepas dari hasil kolaborasi apik antara Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (Korika) dan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi). Langkah ini menjadi pendorong kuat bagi Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial Indonesia yang menargetkan negara kita sebagai kekuatan AI terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2030 mendatang.
Bagi Sobat Keponews.id yang memiliki bisnis atau proyek yang berfokus pada kecerdasan buatan, domain ini tentu menjadi peluang emas untuk mengukuhkan identitas digital lokal di mata global.
Mengapa Domain .ai.id Sangat Penting?
Selama ini, mayoritas startup, pengembang, hingga institusi riset AI di Indonesia masih sangat bergantung pada domain generik “.ai”. Tahukah Anda? Secara teknis, domain “.ai” sebenarnya merupakan kode negara untuk Anguilla (sebuah wilayah seberang laut Inggris di Karibia).
Hal ini tentu menciptakan paradoks. Industri AI Indonesia berkembang begitu pesat dengan adopsi AI mencapai 45% dari pelaku usaha dan pertumbuhan 47% year-on-year, namun identitas digital yang digunakan masih “meminjam” negara lain.
Ketua Umum Korika, Hammam Riza, menegaskan bahwa peluncuran .ai.id adalah sebuah deklarasi kedaulatan digital. Domain ini bukan sekadar alamat website, melainkan simbol kredibilitas dan identitas digital AI Indonesia, sama seperti halnya domain .gov.id untuk pemerintah atau .ac.id untuk institusi pendidikan. Dengan menggunakan .ai.id, investor dan mitra internasional akan jauh lebih mudah mengenali perusahaan AI asal Indonesia di ekosistem global.
Jadwal dan Cara Daftar Domain .ai.id
Korika dan Pandi telah membuka proses pra-pendaftaran secara bertahap melalui situs resmi domain.ai.id. Pendaftaran ini dibagi ke dalam empat fase utama agar prosesnya lebih tertata dan terukur. Berikut adalah detail fase pendaftarannya:
1. Fase Sunrise (2 Juni – 2 Juli 2026) Fase pertama ini sangat diprioritaskan bagi para pemilik merek dagang yang sudah terdaftar secara resmi di Indonesia. Tujuannya adalah untuk melindungi identitas brand mereka di era gempuran AI dan menghindari cybersquatting (penyerobotan nama domain).
2. Fase Grandfather (13 Juli – 13 Agustus 2026) Tahap kedua ini dikhususkan bagi Anda yang sudah memiliki domain aktif dengan ekstensi .id (seperti co.id, web.id, dll). Di fase ini, pemilik domain .id bisa mengamankan versi .ai.id dari nama domain yang sudah mereka miliki sebelumnya.
3. Fase Landrush (24 Agustus – 24 September 2026) Nah, di fase ketiga inilah masyarakat umum bisa mulai memperebutkan nama domain strategis incaran mereka. Namun, karena sifatnya yang premium, akan ada skema harga khusus bagi mereka yang ingin mendapatkan nama domain lebih awal sebelum dirilis secara publik.
4. Fase General Availability (Mulai 5 Oktober 2026) Ini adalah fase pendaftaran yang dibuka penuh untuk publik melalui registrar resmi PANDI. Sistem yang digunakan adalah first come, first served alias siapa cepat, dia dapat. Jika ada lebih dari satu pihak yang menginginkan nama domain yang sama persis, penentuan akan dilakukan melalui mekanisme lelang terbuka.
Bagi Anda yang sudah memiliki rancangan startup AI, inovasi machine learning, atau sekadar blog edukasi terkait teknologi cerdas, jangan sampai ketinggalan jadwal pendaftaran ini. Segera persiapkan nama brand terbaik Anda dan klaim rumah digitalnya di domain.ai.id. Kedaulatan digital kini benar-benar ada di genggaman kita!


